Herman 3615100341
Review WebGIS Kementerian Perhubungan
Gambar : visualisasi layanan WebGis menteri
perhubungan
Penggunaan
peta sebagai salah satu tools dalam berbagai keperluan
manusia menentukan dan mengetahui arah serta posisi sesuatu sudah ada sejak
zaman dulu, peta
dunia yang terlengkap pada zamaannya yaitu pada tahun 1513 oleh seorang
pelaut yang bernama Piri Reis. Peta tersebut dibuat secara manual diatas kulit rusa yang berukuran 90X65 cm. Dari masa ke masa
bentuk visualisasi peta semakin berkembang. Pada masa modern sebuah peta dapat
dilihat melalui berbagai alat
komuikasi seperti gadjet,computer terutama yang berbasis internet. Salah satu
aplikasi penunjang
peta yang mampu menampilkan gambaran sebuah peta secara detail yaitu SIG/GIS (Geographic Information
System). GIS merupakan aplikasi
pengolahan data spasial dengan menggunakan sistem komputer dan peta dasar
digital (basic map) bergeoferensi bumi. Dengan kata lain GIS murupakan aplikasi
yang digunakan untuk mengolah
dan menganalisa data dan informasi geografis. Data yang akan diolah pada GIS
merupakan data spasial. Ini adalah sebuah data yang berorientasi geografis dan
merupakan lokasi yang memiliki sistem koordinat tertentu, sebagai dasar
referensinya. Sehingga aplikasi GIS dapat menjawab beberapa pertanyaan, seperti
lokasi, kondisi, trend, pola dan pemodelan. Kemampuan inilah yang membedakan
GIS dari sistem informasi lainnya.
Aplikasi GIS tersebut kini banyak
digunakan oleh instansi atau lembaga – lembaga dalam menentukan serta
menginformasikan suatu lokasi, kondisi, trend dan permodelannya untuk
menentukan suatu kebutuhan. Salah satu instansi yang menggunakan aplikasi
tersebut yaitu Kementerian Perhubungan. Kementrian perhubungan memberikan layanan peta prasarana transportasi berbasis web
yang dipublikasikan oleh Pusat Data dan Informasi Sekretariat Jenderal
Kementerian Perhubungan. Pada webGIS tersebut
ditampilkan berbagai macam pilihan, yaitu pemetaan, layanan peta dan data
prasarana transportasi mulai dari darat, udara dan laut serta adanya lanyanan
untuk masukan, kritik dan saran untuk Kementerian Perhubungan kususnya mengenai
pelayanan pada webGIS Kementerian Perhubungan.
Dan pembahasan
kali ini, penulis akan membahas mengenai kelebihan dan kekurangan tools atau
pilihan yang ada pada webGIS Kementerian Perhubungan. Yang pertama yaitu
1.
Beranda
Sebagian tampilan beranda sudah dapat kita
lihat pada gambar 1, dimana ditampilkannya peta geografis Negara Indonesia.
Pada bagian beranda juga terdapat
pilihan mengenahi peta trnasportasi darat, lau, udara dan
perkeretaapian. Selain itu pada bagian tersebut juga dimasukkan kontak dari
webGIS tersebut dalam upaya agar masyarakat dapat mengetahui kontak yang harus
dihubungi jika ada kesulitan atau pertanyaan dalam menggunaka webGIS tersebut.
2.
Pemetaan
Pada tools pemetaan ini pengunjung web
dapat memilih peta apa ang akan dilihat. Untuk pilihan peta, peta yang
disediakan tidak jauh beda dengan pilihan peta yang ada di bereanda yaitu peta
transportasi darat, laut, udara dan perkeretaan. Namun pada tools pemetaan ini
terdapat satu peta pendukung yaitu peta mengenai jalur tol laut. Penulis akan
membahas satu persatu dari pilihan peta yang tersedia.
a.
Peta Prasarana
Transportasi Darat
Peta ini menampilkan mengenai persebaran
terminal mulai dari terminal tipe A, B hingga C, kemudian terdapat persebaran
UPPKB (jembatan timbang). Pada laman terseut dilengkapi dengan tools pencarian,
basemap dan layer. Tool pencarian digunakan untuk mencar objek yang akan
dicari, tools basemap digunakan untuk menentukan jenis peta apa yang digunakan
sebagai layer, tools layer digunakan untuk menentukan prasarana apa yang akan
ditampilkan pada layer.
b.
Peta Prasarana
Transportasi Laut.
Peta ini menampilkan persebaran mulai dari
pelabuhan umum diusahakan, pelabuhan umum tidak diusahakan, pelabuhan khusus,
dermaga khusus, pelabuhan lainnya serta fasilitas penunjang kegiatan pelayaran
seperti menara suar, rambu, dll. Untuk tools yang disediakan sama persis dengan
tools yang ada pada peta prasarana transportasi darat.
Gambar 3 : bentuk fisual
dari peta prasarana transportasi laut Kementrian Perhubungan
c.
Peta Prasarana
Transportasi Udara.
Peta ini menampilkan mengenai persebaran
bandara mulai dari bandara HUB, spoke dan lainnya. Selain itu juga terdapat
tools rute penerbangan polyline. Namun untuk tools rute penerbangan polyline
pengguna web tidak mendapatkan hasil data berupa rute penerbangannya.
Gambar
4 : bentuk fisual dari peta prasarana transportasi udara Kementrian Perhubungan
d.
Peta Transportasi
Perkeretaapian.
Peta ini menampilkan mengenai persebaran
stasiun mulai dari stasiun propinsi, kabupaten serta stasiun kecil. Pada peta
tersebut juga terdapat tools mengenai rel KA tidak beroprasi dan rel KA
beroprasi. Namun untuk kedua tools tersebut tidak terdapat hasil berupa peta
rel KA dan cenderung tidak berpengaruh jika tools tesebut dipiih.
Gambar
5 : bentuk fisual dari peta prasarana transportasi perkeretaan Kementrian Perhubungan
3.
Layanan Peta
Tools
ini lebih bersifat sebagai sumber referensi dari tiap peta beserta unsurnya
(tools) untuk diunduh.
Gambar
6 : Bentuk fisual dari tools Layanan Peta.
4.
Simpul JDN
Merupakan
tools yang menyebutkan instansi-instansi yang juga menggunakan webGIS.
5.
Buku Tamu
Tools
ini lebih bersifat untuk menampung kritik dan saran dari pengguna webGIS
tersebut untuk dikirim ke Kementerian Perhubungan.
Gambar
7 : Bentuk fisual dari tools Buku Tamu.
Kelebihan
dan Kekurangan
Kelebihan
:
1. Dengan adanya webGIS tersebut pengguna lebih dimudakan dalam mencari data persearan sarana prasarana transportasi Indonesia.
2. diberikan layanan tools berupa pencarian, base map, layer hal tersebut bertujuan agar memudahkan pengguna dalam mencari dan menganalisa data berdasarkan kebutuhan yang diinginkan.
3. disediakan layanan penampung suara dari pengguna berupa kritik dan saran.
1. Dengan adanya webGIS tersebut pengguna lebih dimudakan dalam mencari data persearan sarana prasarana transportasi Indonesia.
2. diberikan layanan tools berupa pencarian, base map, layer hal tersebut bertujuan agar memudahkan pengguna dalam mencari dan menganalisa data berdasarkan kebutuhan yang diinginkan.
3. disediakan layanan penampung suara dari pengguna berupa kritik dan saran.
Kekurangan
:
1. adanya beberapa tools yang tidak berfungsi atau tidak terdapat hasilnya seperti rute penerbangan polyline dan peta rel KA.
2. untuk sarana prasarana yang ada pada peta tidak dilengkapi dengan alamatnya.
3. jika peta di zoom in pada sekala yang cukup kecil maka gambar peta akan pecah.
1. adanya beberapa tools yang tidak berfungsi atau tidak terdapat hasilnya seperti rute penerbangan polyline dan peta rel KA.
2. untuk sarana prasarana yang ada pada peta tidak dilengkapi dengan alamatnya.
3. jika peta di zoom in pada sekala yang cukup kecil maka gambar peta akan pecah.
Gambar
8 : Bentuk fisual dari hasil peta yang di zoom in dengan skala kecil yang
kemudian pecah.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar