Minggu, 23 Oktober 2016

review Webgis menhub



Herman 3615100341


Review WebGIS Kementerian Perhubungan


Gambar : visualisasi layanan WebGis menteri perhubungan
Penggunaan peta sebagai salah satu tools dalam berbagai keperluan manusia menentukan dan mengetahui arah serta posisi sesuatu sudah ada sejak zaman dulu, peta dunia yang terlengkap pada zamaannya yaitu pada tahun  1513 oleh seorang pelaut yang bernama Piri Reis. Peta tersebut dibuat secara manual diatas kulit rusa yang berukuran 90X65 cm. Dari masa ke masa bentuk visualisasi peta semakin berkembang. Pada masa modern sebuah peta dapat dilihat melalui berbagai alat komuikasi seperti gadjet,computer  terutama yang berbasis internet. Salah satu aplikasi penunjang peta yang mampu menampilkan gambaran sebuah peta secara detail yaitu SIG/GIS (Geographic Information System). GIS merupakan aplikasi pengolahan data spasial dengan menggunakan sistem komputer dan peta dasar digital (basic map) bergeoferensi bumi. Dengan kata lain GIS murupakan aplikasi yang digunakan untuk mengolah dan menganalisa data dan informasi geografis. Data yang akan diolah pada GIS merupakan data spasial. Ini adalah sebuah data yang berorientasi geografis dan merupakan lokasi yang memiliki sistem koordinat tertentu, sebagai dasar referensinya. Sehingga aplikasi GIS dapat menjawab beberapa pertanyaan, seperti lokasi, kondisi, trend, pola dan pemodelan. Kemampuan inilah yang membedakan GIS dari sistem informasi lainnya.
            Aplikasi GIS tersebut kini banyak digunakan oleh instansi atau lembaga – lembaga dalam menentukan serta menginformasikan suatu lokasi, kondisi, trend dan permodelannya untuk menentukan suatu kebutuhan. Salah satu instansi yang menggunakan aplikasi tersebut yaitu Kementerian Perhubungan. Kementrian perhubungan memberikan layanan peta prasarana transportasi berbasis web yang dipublikasikan oleh Pusat Data dan Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Perhubungan. Pada webGIS tersebut ditampilkan berbagai macam pilihan, yaitu pemetaan, layanan peta dan data prasarana transportasi mulai dari darat, udara dan laut serta adanya lanyanan untuk masukan, kritik dan saran untuk Kementerian Perhubungan kususnya mengenai pelayanan pada webGIS Kementerian Perhubungan.
Dan pembahasan kali ini, penulis akan membahas mengenai kelebihan dan kekurangan tools atau pilihan yang ada pada webGIS Kementerian Perhubungan. Yang pertama yaitu
1.                  Beranda
Sebagian tampilan beranda sudah dapat kita lihat pada gambar 1, dimana ditampilkannya peta geografis Negara Indonesia. Pada bagian beranda juga terdapat  pilihan mengenahi peta trnasportasi darat, lau, udara dan perkeretaapian. Selain itu pada bagian tersebut juga dimasukkan kontak dari webGIS tersebut dalam upaya agar masyarakat dapat mengetahui kontak yang harus dihubungi jika ada kesulitan atau pertanyaan dalam menggunaka webGIS tersebut.

2.                   Pemetaan
Pada tools pemetaan ini pengunjung web dapat memilih peta apa ang akan dilihat. Untuk pilihan peta, peta yang disediakan tidak jauh beda dengan pilihan peta yang ada di bereanda yaitu peta transportasi darat, laut, udara dan perkeretaan. Namun pada tools pemetaan ini terdapat satu peta pendukung yaitu peta mengenai jalur tol laut. Penulis akan membahas satu persatu dari pilihan peta yang tersedia.

a.                   Peta Prasarana Transportasi Darat
Peta ini menampilkan mengenai persebaran terminal mulai dari terminal tipe A, B hingga C, kemudian terdapat persebaran UPPKB (jembatan timbang). Pada laman terseut dilengkapi dengan tools pencarian, basemap dan layer. Tool pencarian digunakan untuk mencar objek yang akan dicari, tools basemap digunakan untuk menentukan jenis peta apa yang digunakan sebagai layer, tools layer digunakan untuk menentukan prasarana apa yang akan ditampilkan pada layer.

 Gambar 2 : bentuk fisual dari peta prasarana transportasi darat Kementrian                                  Perhubungan


b.                  Peta Prasarana Transportasi Laut.
Peta ini menampilkan persebaran mulai dari pelabuhan umum diusahakan, pelabuhan umum tidak diusahakan, pelabuhan khusus, dermaga khusus, pelabuhan lainnya serta fasilitas penunjang kegiatan pelayaran seperti menara suar, rambu, dll. Untuk tools yang disediakan sama persis dengan tools yang ada pada peta prasarana transportasi darat.


Gambar 3 : bentuk fisual dari peta prasarana transportasi laut Kementrian Perhubungan

c.                   Peta Prasarana Transportasi Udara.
Peta ini menampilkan mengenai persebaran bandara mulai dari bandara HUB, spoke dan lainnya. Selain itu juga terdapat tools rute penerbangan polyline. Namun untuk tools rute penerbangan polyline pengguna web tidak mendapatkan hasil data berupa rute penerbangannya.


Gambar 4 : bentuk fisual dari peta prasarana transportasi udara Kementrian Perhubungan

d.                  Peta Transportasi Perkeretaapian.
Peta ini menampilkan mengenai persebaran stasiun mulai dari stasiun propinsi, kabupaten serta stasiun kecil. Pada peta tersebut juga terdapat tools mengenai rel KA tidak beroprasi dan rel KA beroprasi. Namun untuk kedua tools tersebut tidak terdapat hasil berupa peta rel KA dan cenderung tidak berpengaruh jika tools tesebut dipiih.

Gambar 5 : bentuk fisual dari peta prasarana transportasi perkeretaan Kementrian Perhubungan
3.                  Layanan Peta
Tools ini lebih bersifat sebagai sumber referensi dari tiap peta beserta unsurnya (tools) untuk diunduh.

Gambar 6 : Bentuk fisual dari tools Layanan Peta.
4.                  Simpul JDN
Merupakan tools yang menyebutkan instansi-instansi yang juga menggunakan webGIS.
5.                  Buku Tamu
Tools ini lebih bersifat untuk menampung kritik dan saran dari pengguna webGIS tersebut untuk dikirim ke Kementerian Perhubungan.

Gambar 7 : Bentuk fisual dari tools Buku Tamu.

Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan : 
1.  Dengan adanya webGIS tersebut pengguna lebih dimudakan dalam mencari data persearan sarana prasarana transportasi Indonesia. 
2. diberikan layanan tools berupa pencarian, base map, layer hal tersebut bertujuan agar memudahkan pengguna dalam mencari dan menganalisa data berdasarkan kebutuhan yang diinginkan. 
3.  disediakan layanan penampung suara dari pengguna berupa kritik dan saran.

Kekurangan : 
1. adanya beberapa tools yang tidak berfungsi atau tidak terdapat hasilnya seperti rute penerbangan polyline dan peta rel KA. 
2. untuk sarana prasarana yang ada pada peta tidak dilengkapi dengan alamatnya.
3. jika peta di zoom in pada sekala yang cukup kecil maka gambar peta akan pecah.


Gambar 8 : Bentuk fisual dari hasil peta yang di zoom in dengan skala kecil yang kemudian pecah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar